Akhmed Reza Fachlevi Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Tenggarong

img

Kegiatan Soswabang Akhmad Reza Fachlevi di hadiri para milenial Tenggarong.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Akhmed Reza Faclevi menggelar Kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, dirumah besar kawasan Jalan Ahmad Yani Tenggarong, Minggu (18/12/2022) siang.

Acara tersebut diiikuti beberapa Ketua RT dan kaum milenial Kukar, dengan menghadrikan dua nara sumber yakni M Ridwan SH, MSi selaku Ketua Badan Kajian Pancasila dan Kenegaraan (BKPN) Universitas Mulawarman, dan Muhamad Randi Afandi staf Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Akhmad Reza Fachlevi mengatakan bahwa Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini sangat penting untuk dilakukan, karena belum semua masyarakat memahami dan melaksanakan kandungan dari nilai nilai pancasila.

Oleh karenanya Akhmed Reza Fachlevi berharao dengan adanya sosialisasi wawasan kebangsaan ini, masyaraat bisa memahami dan bisa mengamalkan butir butir pancasila dan khusus Undang Undang 1945, Negara Kesatuan Republic Indoensia.

“Kita terus bergerak untuk mensosialisaikan wawasan kebangsaan ini, ke masyarakat, ke sekolah sekolah maupun anak anak muda, agar mereka bisa memahami dan mengamalkan pancasila,” katanya.

Sementara itu narasumber M Ridwan dihadapan para Milenial yang hadir dalam kegiatan sosialisasi kebangsaan itu menyebut bahwa di Kalimantan Timur terdapat berbagai suku, agama namun hidup berdampingan dengan baik, kenapa?, karena saling menghargai dbawah Bhenika Tunggal Ika.

“Kita patut bersyukur, tinggal di Kaltim, dengan berbagai suku dan agama, namun kita hidup berdampingan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, betapa pentingnya menanamkan prinsip prinsip Pancasila dikalangan anak muda. Anak muda merupakan generasi masa depan bangsa Indonesia, sehingga berbuat dan berkarya yang terbaik.

“Meski anak milenial, harus tetap peka trehadap kondisi dan konstitusi kita, bahwa dari sisi Pancasila tetap menyadari pentingnya NKRI,  Undang Undang Dasar 1945 yang harus menjadi panduan kita dalam bernegara, dan Pancasila menjadi sumber hukum, dan terakhir adalah menghargai kebhinekaan,” tandasnya.(awi)